ekonomi

3,49 Juta Lapangan Kerja Baru Jadi Target 2027, Danantara Ikut Dilibatkan

Rabu, 30 September 2026 | 10:07 WIB
Kantor Kementerian Keuangan (Foto: M. Yunan Hilmi/financialnews.id)

FINANCIALNEWS.ID — Pemerintah menargetkan penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027. Setelah APBN 2027 disahkan, pemerintah menekankan pentingnya memperluas penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong lebih banyak pekerjaan formal.

Target penciptaan lapangan kerja tersebut tercantum dalam sasaran pembangunan RAPBN 2027 yang dipublikasikan Kementerian Keuangan. Pemerintah juga membidik tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 4,30%–4,87%.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penciptaan pekerjaan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengelola perekonomian melalui APBN. Hal itu juga menjadi penekanan Badan Anggaran DPR dalam pembahasan anggaran negara.

Baca Juga: Camaro Badminton Competition 2026 Perkuat Sinergi Pelaku Pasar Modal

“Tadi pidato dari Bapak Ketua Banggar salah satunya menyebutkan juga pentingnya pada saat ini kita memikirkan bagaimana menciptakan employment, serapan tenaga kerja semakin formal semakin baik,” ujar Suahasil dalam konferensi pers usai rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Suahasil, APBN akan terus digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat. Namun, kemampuan menjalankan kedua fungsi tersebut harus ditopang oleh kondisi anggaran yang sehat dan kredibel.

“APBN kita terus arahkan supaya terus menumbuhkan, APBN melindungi, namun APBN juga kredibel dan sehat untuk menjalankan perannya menumbuhkan dan melindungi tersebut,” katanya.

Libatkan Danantara

Dalam upaya memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga akan bekerja bersama Danantara. Suahasil mengatakan, lembaga tersebut telah mulai melihat peluang investasi dan pengembangan produksi barang serta jasa yang dapat menyerap tenaga kerja.

Kementerian Keuangan, menurut dia, akan berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mendukung kegiatan ekonomi tersebut, sembari menjaga kemampuan APBN menjalankan fungsinya.

Baca Juga: Kemendag Dorong Penguatan Mutu dan Sertifikasi Halal untuk Menghubungkan Produk Indonesia ke Dunia

Selain investasi, pemerintah menaruh perhatian pada ekspor. Suahasil menilai pertumbuhan ekonomi domestik dan inflasi yang terkendali menjadi modal untuk memperluas penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan ekspor ke pasar dunia.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati ketidakpastian global. Ia menyebut dinamika kebijakan Amerika Serikat dan situasi di Timur Tengah, terutama terkait Iran, menimbulkan gejolak di pasar global yang perlu diantisipasi.

“Kami di APBN akan terus menjaga APBN sehingga kredibel, sehingga APBN bisa menumbuhkan dan terus melindungi masyarakat,” ujar Suahasil.(*)

Tags

Terkini