Sementara itu, delapan subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri kayu, barang dari kayu dan gabus, industri kertas dan barang dari kertas, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, industri karet, barang dari karet dan plastik, industri komputer, barang elektronik dan optik; industri peralatan listrik, serta industri mesin dan perlengkapan.
Dari sisi variabel pembentuk IKI, indeks pesanan pada September 2026 berada pada level 53,40, atau naik 0,27 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Media Handling Tingkatkan Kemampuan Spokesperson Menyampaikan Pesan Kunci Korporasi
Sementara itu, indeks produksi tercatat sebesar 53,78, masih dalam fase ekspansi meskipun turun 1,32 poin. Adapun indeks persediaan berada pada level 45,45, atau masih dalam fase kontraksi dan turun 0,57 poin.
“Pesanan masih ekspansif dan bahkan mengalami peningkatan. Artinya, permintaan terhadap produk industri masih ada. Namun, pada saat yang sama pelaku industri melakukan penyesuaian terhadap produksi dan persediaannya. Kondisi ini perlu kita lihat secara menyeluruh karena masing-masing subsektor menghadapi karakteristik dan tantangan yang berbeda,” ujar Febri.(*)