pasar-modal

BCA Bantah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam, Pasar Diminta Pegang Informasi Resmi

Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB
BCA masih dipegang oleh Grup Djarum

FINANCIALNEWS.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membantah kabar yang beredar di media sosial soal rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Manajemen BCA menyatakan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat merujuk pada kanal resmi perusahaan serta media kredibel.

Rumor akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kabar itu menarik perhatian pasar karena BCA merupakan salah satu emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia dan bank swasta terbesar di Tanah Air.

Baca Juga: Media Handling Tingkatkan Kemampuan Spokesperson Menyampaikan Pesan Kunci Korporasi

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan tidak ada kebenaran dalam informasi mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA yang dikaitkan dengan Haji Isam.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

BCA juga mengimbau nasabah dan masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi, baik situs perusahaan maupun media kredibel. Perseroan menyatakan tetap beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Transaksi Besar BYAN

Isu soal BCA muncul tidak lama setelah Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), atau setara sekitar 30% dari total saham beredar BYAN. Transaksi BYAN tersebut diumumkan pada 17 September 2026, dengan penyelesaian akhir masih bergantung pada pemenuhan syarat pendahuluan.

Baca Juga: 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru Jadi Target 2027, Danantara Ikut Dilibatkan

Latar itu diduga ikut memperbesar spekulasi pasar. Setelah kabar akuisisi 30% saham BYAN, nama Haji Isam ramai dibicarakan di forum pasar modal dan media sosial. Namun, manajemen BCA menegaskan rumor yang mengaitkan Haji Isam dengan akuisisi saham BBCA tidak benar.

Dengan kata lain, transaksi BYAN adalah fakta korporasi yang telah diumumkan. Sementara rumor akuisisi BCA tidak didukung keterbukaan informasi dari BCA maupun pernyataan resmi pihak terkait.

Dari sisi kepemilikan, struktur pengendali BCA juga tidak menunjukkan perubahan seperti yang dirumorkan. BCA menyatakan tidak terdapat pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5% selain PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pemegang saham pengendali.

Kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan tercatat sebesar 67,73 miliar saham atau sekitar 54,94%.

Halaman:

Terkini